CITA-CITA ALIF



Berawal dari chat di grup sekolah PAUD si kecil, saat dia masih tiga tahunan dulu. Saya diminta setor data diri anak. Tertera di sana ada kolom cita-cita yang harus diisi.

Respon pertama, ya, saya bingung, plus mau ketawa. Anak bau minyak telon ini nanti akan menjawab apa kalau ditanya. Si emak jelas mumet duluan. Bukan, bukan meresahkan apa cita-cita penggemar Jarjit Singh yang nyanyi 'Tum Hi Ho' di Upin Ipin itu. Betapa beratnya memutar otak untuk menyederhanakan kata 'cita-cita', 'masa depan', 'profesi'. Mending menyederhanakan persamaan kuadrat, menurunkan fungsi logaritma, atau sekalian rumus kimia.

Dengan persiapan seadanya, saya berusaha bertanya sesimpel mungkin. Mudah-mudahan, enggak ditanya balik.

"Alif, kalau sudah besar nanti mau jadi apa?" 

Dia diam. Mungkin berpikir, atau malah enggak fokus, memerhatikan hal lain.

"Gimana? Mau jadi apa?" desak saya.

Matanya menerawang ke langit-langit.

"Mmm ... apa, ya?" gumamnya.

Oke, mungkin dia perlu bantuan.

"Apa mau jadi polisi? Atau dokter? Pak Guru?" 

Saya mau usul jadi profesor atau ilmuwan, tapi takut kalau pembicaraan ini jadi panjang dan malah buntu karena ibunya belum siap menjelaskan.

Tiba-tiba, senyumnya merekah. 

Aha!

"Alif mau ...," ucapnya terputus.

Jangan kendaraan atau makanan ... plisss!!

"Jadi kelinci!" pungkasnya sembari memekik senang.

Mungkin dia merasa menemukan jati diri.

Si ibu menepuk jidat. Sementara itu, kelinci kecilnya sudah melompat ke sana kemari. 

Haihhh ....

Beberapa hari kemudian, saya mencoba bertanya lagi, plus mengenalkan ulang beberapa profesi. 

Jawabannya sudah tidak kelinci lagi, dong, alhamdulillah. Tidak sia-sia, kan, ibunya bersabar.

"Alif mau jadi bantal ajah!" jawabnya santai.

Ah, sudahlah ya ....

Setelah sekian hari berlalu sejak kejadian itu, Emak ... eh si ibu akhirnya mendapat kabar gembira yang meluruhkan seluruh kecemasan tentang masa depan anak lelakinya.

Dengan riang, mantan pecita-cita kelinci dan bantal itu berseru, "Ibuuuu! Alif sudah ndak kepingin jadi bantal lagi. Alif mau jadi astronot yang naik roket!"

Alhamdulillah ... Alhamdulillah ....

Senangnya, akhirnya Anak kembali ke jalan yang lurus.

Meski endingnya ....

"Biar bisa memetik bulan yang banyak."

Lamongan, Juli 2021

Komentar

Postingan Populer