Ambil Alih
Si Ayah pulang sambil membawa camilan favorit si kecil. Gara-gara itu, Alif yang tadinya berniat makan, jadi batal. Saya lanjut makan. Tidak ada yang bisa memisahkan antara saya dan makanan.
"Alif ndak makan?" tanya saya, memastikan.
"Makan ini saja!" jawabnya sambil mengisi tangan kecilnya dengan kepingan camilan.
Saya tahu dia suka sekali makanan itu. Jadi saya biarkan. Saya tidak ingin merusak kesenangannya.
Ganti si Ayah yang mau makan. Dia ke dapur, lalu kembali dengan sepiring nasi lodeh plus kerupuk.
Melihat ayahnya datang membawa sepiring makanan yang juga dia sukai, Alif bergerak dengan kecepatan yang mengesankan. Dia adalah lodeh lovers.
"Wah, ayah makan, ya? Alif juga mau!" Dia langsung duduk bersila di depan piring ayahnya.
Sewaktu ayahnya minum sebagaimana kebiasaan sebelum makan, Alif sudah mengangkat kedua tangannya.
"Allahumma baayik lana fiimaa yojaktanaa wakinaa adabannaay," rapalnya cepat, lalu mengambil alih sendok dan langsung menyuap nasi ke mulutnya, tanpa peduli itu nasi punya siapa.
Komentar
Posting Komentar